TANGGAL PENTING

FULL PAPER (email)

ke: info@akpardarmaagung.ac.id
batas akhir: 03-05-2018: 17.30 WIB

PEMAKALAH

Batas Akhir Registrasi
03-05-2018: 17.30 WIB

PESERTA

Batas Akhir Registrasi
03-05-2018: 17.30 WIB

LATAR BELAKANG

Pencapaian percepatan pengembangan pembangunan kawasan Danau Toba sebagai daerah tujuan wisata bertaraf internasional sebagai “Monaco of Asia” yang juga diharapkan dapat menjadi anggota Global Geopark Networking UNESCO sebagai “International Geopark” dengan nama Geopark Kaldera Toba (GKT), yang melibatkan Dinas Pariwisata Sumut, Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT), Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BODT) dan Perangkat Pusat/Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota.

Pada tahun 2018 ini Sumatera Utara yang ditargetkan mendapatkan 1.000.000 (satu juta) kunjungan wisatawan, ternyata selain isu strategis terkait pencemaran lingkungan, penebangan dan kebakaran hutan, penambangan liar, dan tanah longsor masih diperhadapkan dengan tiga masalah utama (3A) yaitu minimnya infrastruktur penghubung yang terkoneksi dengan mobilitas wisatawan (aksesibilitas); minimnya sarana dan prasarana umum yang memenuhi standar bagi wisatawan (amenities); kualitas produk wisata yang masih rendah (atraksi), untuk itu dibutuhkan upaya dan dukungan semua stake holder sehingga optimalisasi pengelolaan, pengembangan dan pembangunan Kawasan Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional dapat terkoordinasi, sistematis, terarah dan terpadu.

Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang diarahkan mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata internasional antara lain dibukanya bandara Internasional Silangit; jalan tol Kuala Namu – Tebing Tinggi yang saat ini telah diresmikan sebagian; peningkatan jalan Tebing Tinggi – Parapat; pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat; jalan rel Pematang Siantar-Parapat; peningkatan bandara Sibisa menjadi bandara internasional; jalan lingkar dalam dan lingkar luar Danau Toba dan lain-lainnya pastilah membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang keahlian termasuk tenaga ahli yang professional (Insinyur) yang pada saat ini sedang mengalami krisis.

“Krisis profesi insinyur mulai terjadi di Indonesia karena hanya sedikit kaum muda yang berminat jadi insinyur. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyebutkan, pembangunan infrastruktur diberbagai kawasan hingga tahun 2019 membutuhkan sedikitnya 82.000 insinyur, sementara tenaga ahli yang tersedia hanya 20.000 orang.”

Berbagai proyek pembangunan infrastruktur diharapkan bisa menjadi sarana pengembangan kapasitas kapabilitas bagi bangsa Indonesia (termasuk tenaga kerja/ahli) untuk bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Melihat besarnya kebutuhan tenaga kerja/tenaga ahli saat ini, maka kami dari Ikatan Alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Darma Agung (IKATSI-UDA) secara khusus berkeinginan untuk memotivasi kaum muda/mahasiswa/i agar berminat menjadi insinyur professional dan mendorong peran serta stake holder mendukung pengembangan dan pembangunan kawasan pariwisata di Sumatera Utara dengan menggelar kegiatan seminar ini.

MAKSUD DAN TUJUAN

Seminar ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketertarikan kaum muda (mahasiswa/i) dan masyarakat luas pada umumnya dan mendorong berbagai profesi di bidang teknik dan kepariwisataan yang memiliki kompetensi tinggi, sebagai tulang punggung pelaksanaan pembangunan infrastruktur Indonesia dan tenaga kerja disektor lainnya.

Tujuan yang diharapkan tercapai melalui seminar ini adalah:

  1. Meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba.
  2. Mendorong dukungan para stake holder untuk pencapaian pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
  3. Meningkatkan minat para mahasiswa untuk berprofesi sebagai insinyur professional /tenaga kerja professional dengan memahami prospek pembangunan infrastruktur dalam mendukung pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Seminar ini diselenggarakan dalam bentuk diskusi panel dengan narasumber: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara; Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT); Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional-II (BBPJN-II).